Menyukaimu dalam Diam

Pertemuan kau dan aku menyisakan sebuah kenangan yang tak terlupakan, kau yang bersikap ramah padaku dengan kepribadian hangatmu pun memberikan perhatian kecil lantas membuat diriku salah tingkah. Senyumanmu nan begitu lembut meruntuhkan dinding hati yang selama ini membeku, perlahan rasa pun tumbuh tanpa disadari merasuk dalam kalbu. 

Adakalanya rasa yang telah berkecamuk dalam relung hati sulit untuk diungkapkan, bibir ini seketika membisu tuk mengucapkan beberapa kata kepada dia yang telah ku sukai. Kau adalah nama yang ku sebut dalam doa, dan kau adalah sosok yang ku dambakan dalam khayalan. Hari demi hari telah berlalu, tanpa disadari aku merindukanmu.


Kini, aku hanya menyukaimu dalam diam. Rasa yang telah lama tumbuh hanya bisa ku tuangkan dalam rangkaian diksi-diksi sederhana dalam secarik kertas yang telah menjadi saksi bisu.


Menyukaimu Dalam Diam

Kepada tuan berada nun jauh disana, 
bisakah kau menjadi tempat singgah nan 
penuh kasih hangat selalu?

Kepada tuan berada nun jauh disana,
bisakah kau menemani dalam segala suka 
maupun duka yang datang tak tahu waktu?

Kepada tuan berada nun jauh disana,
bisakah kau menatap sang cakrawala yang
berlukiskan biru jingga hingga abu?

Kepada tuan berada nun jauh disana,
bisakah kau mendekap erat pun mengecup
manis kening hingga membuat tersipu?

Kepada tuan berada nun jauh disana,
bisakah kau membuat kenangan cantik yang
tak terlupakan pun tak lekang oleh waktu?

Kepada tuan berada nun jauh disana,
bisakah kau memiliki rasa yang sama 
layaknya sepasang kekasih...

denganku?

Ketahuilah tuan,
aku menyukaimu.


oleh: Araa
Sukabumi, 2020.

Comments

Popular posts from this blog

Uji Kualitatif Pewarna Tambahan

Teknik Menggambar Zentangle

Pengakuan