Pengakuan
![]() |
Tulisan ini mengisahkan kedua insan yang saling menyukai satu sama lain, namun salah satu di antara mereka memendam rasa yang sudah tertanam.
Gemericik air hujan memecahkan suasana hening dalam ruangan sepi nan sunyi. Di sela-sela riuhnya air hujan yang turun, terdengar lantunan musik yang hangat seakan membuat hati ini terbang menembus hamparan awan yang terlukis dalam langit.
"So I stay a little prayer
And hope my dreams will take me there
Where the skies are blue
To see you once again, my love
Overseas from coast to coast
To find a place I love the most
Where the fields are green
To see you once again, my love"
Penggalan lirik lagu "My Love" yang dinyanyikan oleh Westlife, membawaku merasuk dalam imajinasi geli dan membuatku tertawa renyah sembari tersenyum. Tak habis pikir ku berimajinasi, seketika terlintas dalam benak mengingat dia yang menaruh perhatian lebih padaku. Awalnya aku tak tertarik dengannya dan menganggap bahwa dia hanya sebatas teman tanpa menaruh rasa sedikitpun.
"Gue pengen kenal lu lebih deket." katanya yang memecahkan keheningan dalam dinginnya malam. Seketika bibir ini melontarkan pertanyaan lugu dengan rasa penasaran "Kenal gimana"?. Dengan senyuman tipis sembari tertawa dia pun menjawab "Biar lebih deket dan akrab." aku masih menganggap bahwa itu hanyalah sebuah guyonan belaka agar percakapan ini tidak kembali menjadi hening.
Hari demi hari telah berlalu, tanpa disadari sebutan panggilan pun berubah yang awalnya "lu-gue" seketika berubah menjadi "aku-kamu". Rasanya sudah sangat dekat bercengkrama dengannya. Dikala aku mempunyai masalah dan ingin mengeluarkan sumpah serapah serta keluh kesah, dengan sabar dia mendengarkan dan menghiburku. Dia tempatku untuk bercerita.
"Tenang aja, kamu pasti bisa kok menghadapi masalah itu."
"Jangan pikirin gagal atau apapun."
"Aku support kamu kok."
"Semangat ya."
Katanya yang meyakinkan diriku. Kepribadian dan perhatian manisnya telah meruntuhkan dinding hati ini yang telah membeku dalam dinginnya rasa dan karsa. Seiring berjalannya waktu perasaan tak bisa dibohongi, benih-benih rasa suka pun tumbuh dan merebak dalam relung.
Mentari pagi menampilkan senyuman hangatnya, di sela-sela menikmati pagi yang sejuk dan kicauan burung-burung seketika notifikasi pesan masuk terpampang jelas dalam layar telepon genggam.
"Aku suka kamu"
"Aku suka personality kamu"
"Aku suka dengan pemikiran kamu"
"Aku suka kamu karena kamu beda dari perempuan yang lain."
Mendengar suara notifikasi yang tak berhenti, lantas aku segera memeriksa pesan tersebut. Aku tercekat membacanya, rasanya seperti tersendat makanan berukuran besar. Kupu-kupu pun berterbangan dalam perutku, degup jantungku tak henti-hentinya mengeluarkan dentuman tersipu. Dia menaruh rasa padaku sedari awal dan aku tidak pernah menyadari hal itu.
Dengan bodohnya aku menjawab "Kenapa suka sama aku? Kan perempuan banyak bukan aku aja Kak." ah sial aku mengutuk diri karena sudah menjawab pernyataan bodoh yang tak tahu datang darimana asalnya.
"Ya intinya aku suka sama kamu karena kamu menarik dan bikin nyaman." dia yang berbeda dua tahun dariku, meyakinkan diriku untuk kedua kalinya. Setelah asyik memendam dan lelah dengan kebohongan diri sendiri, pada akhirnya aku memberanikan diri tuk menyatakan sebuah pengakuan.
"Aku juga suka sama kamu"
"Aku juga suka personality kamu"
"Dan aku suka sama sikap kamu yang hangat dan terbuka."
"Selamat ya, kamu sudah meruntuhkan dinding afeksi ini yang telah membeku sekian lama"
Sulit dipercaya menyatakan sebuah perasaan yang sudah lama terpendam, hati kecilku meronta-ronta dikarenakan tak tahan merasakan rasa yang amat senang. Aku yang melompat sana-sini layaknya anak kecil dan tersenyum sendiri mengundang rasa heran dan tanda tanya pada sepupuku. Dia menatapku dengan tatapan aneh hahaha.
Pada akhir dari pengakuan ini, dia dan aku berkomitmen untuk menjaga perasaan satu sama lain. Tak ada yang tahu hubungan ini akan berjalan dengan seterusnya atau kandas di tengah jalan, pun jika fana biarlah goresan kisah asmara ini terukir dalam sebuah "catatan pengakuan" dan menjadi saksi bisu pertemuan antara kau dan aku. Dalam pertemuan pasti akan datang perpisahan bukan? Berharap seterusnya bersama.


Comments
Post a Comment